Jumat, 25 Juli 2014

Sarung Tenun Wadimor Kombinasi HNG56


Selamat datang,

Jika Anda ingin bertanya atau berkonsultasi tentang sarung tenun, kami lah ahlinya. Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, kami siap membantu menjelaskan sarung tenun yang terbaik bagi Anda. Hubungi di nomor telepon toko sekarang juga utk harga terbaik, fasilitas cicilan, berbagai bonus menarik serta jaminan harga murah.

Sarung tenun wadimor kombinasi hng56 ini dibangun dengan standar manufaktur sarung bermutu. Motif sarung ini mirip seperti atlas termahal tetapi dengan ukuran tinggi yang lebih pendek sekitar 5cm. Sarung tenun ini juga mempunyai daya tahan yang luar biasa dan tidak kalah dibandingkan dengan merk termahal lain.

Toko sarung wadimor special, wadimor kombinasi dan wadimor jokowi. Sedia aneka sajadah dan baju koko bermutu tinggi. Silahkan menghubungi kami untuk info lanjut.

Kode: HHVX5

Harga: rp. 41 rb

Warna sarung: hitam, biru, cokelat

Pembayaran: COD dan TRF bank

Kemasan: dus wadimor original

Packaging : per 10 items

Lebaran 2014 ini menjadi momen istimewa untuk berkumpul dengan keluarga. Saat momen istimewa inilah toko sarung wadimor di jakarta dan surabaya Jawa Timur, menyajikan aneka produk sarung bermutu. Bertema motif sarung wadimor kebangaan nusantara, sarung wadimor ini menyajikan motif khas daerah yang eksotis, kaya rasa nan khas, serta disajikan dengan penampilan unik.

"Sarung tenun Nusantara ditampilkan sejajar dengan busana muslim internasional lain," kata juru bicara sarung tenun Indonesia, Yudayana, Kamis, 24 Juni 2014. Sajian sarung produksi Nusantara ini seolah kita diajak menyusuri berbagai kekayaan budaya kuno. Busana muslim Nusantara ini, katanya, terinspirasi ekspedisi sejak zaman Kerajaan Sriwijaya.

Pada masa pemerintahannya, Raja Hayam Wuruk menelusuri daerah pesisir Nusantara. Tak hanya melakukan misi ekonomi, mereka juga terpesona kekayaan busana dan motif daerah di Nusantara. Sebagai negara kepulauan, Indonesia tak hanya memiliki kekayaan dan keanekaragaman budaya, bahasa, agama, pakaian adat, tarian, dan alat musik. Namun, menyimpan aneka ragam motif busana yang khas dan eksotik.

Sudah ribuan  tahun, kota pelabuhan Nusantara membentuk Jalan Sutera. Menghubungkan Samudra Pasai, Pidie, Pantai Barat Sumatera, Palembang, Sunda Kelapa, Banten, Cirebon, Semarang, Demak, Tuban, Gresik, Sumbawa Besar, Pontianak, Banjarmasin, Makassar, Selat Makassar, Ternate, Tidore, Maluku Perairan, dan Barus.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar